Jumat, 06 Februari 2015

Budak Yang Aneh


Pada suatu hari Abdul Wahid bin Zaid r.a berjalan-jalan dipasar tiba-tiba ia melihat seorang budak yang sedang dijual. budak tersebut melihat Abdul Wahid dengan mata yang tajam lalu Abdul Wahid timbul keinginan untuk membeli budak tersebut untuk membuat kerja-kerja dirumahnya. budak ini adalah seorang yang taat dan senantiasa melakukan pekerjaan dengan tekun sekali.
Abdul Wahid merasa heran tentang perangai budak ini kerana diwaktu siang ia bekerja dengan tekun dan diwaktu malam ia tidak ada dirumah walaupun Abdul Wahid sudah mencarinya kemana-mana padahal pintu rumah selalu tertutup dan tidak ada tanda-tanda bahawa pintu telah dibuka.namun Pada waktu pagi harinya budak tersebut telah berada kembali didalam rumah dan menyerahkan satu keping uang dirham yang terukir surat Al-Ikhlas diatasnya. Apabila ditanya oleh Abul Wahid, budak tersebut menjawab " saya akan memberi kepada tuan setiap hari satu keping uang dirham asalkan tuan jangan bertanya kemana saya pergi". Abdul Wahid menerimanya dan tidak mempermasalahkan lagi hal tersebut.
Satelah sekian lama perkara tersebut berlalu, pada suatu hari datanglah seorang teman Abdul Wahid dan memberi tahu bahawa kerja budaknya setiap malam adalah menggali kubur orang yang maninggal dunia. Abdul Wahid amat terkejut atas apa yang diberi tahu oleh kawanya, tetapi dia tidak percaya. oleh karna itu Abdul Wahid berjanji akan menyiasati perkara itu terlebih dahulu.
Pada suatu malam sehabis sembahyang Isyak, Abdul Wahid mengintai gerak geri budaknya tanpa diketahui bahawa dia sedang di intip. Abdul Wahid melihat budaknya menuju ke arah pintu dan hanya dengan menunjukkan jarinya saja pintu tersebut terbuka dengan sendirinya. Satelah budaknya keluar,pintu tersebut tertutup kembali dengan sendirinya. Abdul Wahid terus membuntuti hambanya sampai kesuatu tempat yang luas(padang pasir).kemudian  budak itu mengganti pakaian yang di pakainya dengan pakaian lain yang terbuat daripada kain goni.lalu budak tersebut menunaikan solat hingga terbit fajar. Setelah selesai solat budak tersebut menengadahkan tangannya kelangit dan memohon kepada yang Maha Berkuasa dengan berkata "wahai tuhanku yang besar berilah upah kepada hambamu yang kecil ini".dan setelah selesai berdoa jatuhlah sekeping uang dirham dari langit lalu diambil oleh budak tersebut. Abdul Wahid mengamati budaknya dengan perasaan heran dan tak percaya.
Namun karena hari sudah hampir siang, Abdul Wahid segera mencari air disekitarnya untuk berwudu'dan menunaikan solat Subuh. ketika beliau berdoa dia berjanji akan memerdekakan budaknya kerana budak yang saleh seperti dia tidak seharusnya menghambakan diri kepada sesama manusia. Selesai berdoa Abdul Wahid mencari budaknya tapi budak itu tidak dapat di temukan dia telah menghilang dengan  cepat sekali. Abdul Wahid mencoba mencari jalan untuk kembali kerumahnya tetapi jalanan yang di lewatinya terasa asing baginya. Dengan perasaan cemas dan menyesal atas tindakannya Abdul Wahid mondar mandir berusaha mengingat jalan yang tadi malam di lewatinya namun tiba-tiba dari jauh nampak bayangan orang berkuda sedang menuju kearah beliau.
Dengan parasaan tidak sabar, Abdul Wahid menunggu kedatangan orang tersebut dan ketika orang itu sampai ketempat beliau, orang berkuda tersebut bertanya "apakah yang kamu buat ditengah- tengah padang pasir ini wahai Abdul Wahid". Abdul Wahid keheranan dan berkata didalam hatinya, bagaimanakah orang ini mengetahui nama aku. Abdul Wahid menceritakan kepada orang berkuda itu apa yang telah terjadi. Orang berkuda itu berkata lagi "janganlah kamu berasa curiga terhadap apa yang terjadi" Abdul Wahid mengangguk-ngangguk saja mendengar apa yang dikatakan oleh orang berkuda tadi. Orang berkuda itu berkata lagi " tahukah kamu berapa jauh rumah kamu dangan tempat ini" jawab Abdul Wahid " saya tidak tahu". "Jaraknya adalah dua tahun perjalanan dengan kuda yang berlari dengan cepat" kata orang berkuda. Abdul Wahid keheranan dengan kata-kata orang berkuda tadi dan berkata didalam hati ketika aku mengikuti budakku tadi malam hanya beberapa menit saja aku sudah sampai kemari.
Sebelum berlalu,orang berkuda tersebut berpesan kepada Abdul Wahid supaya mengunggu dan jangan kemana-mana, nanti malam budakmu akan datang dan kamu dapat mengikutinya untuk kembali pulang. Abdul Wahid menuruti  apa yang dikatakan oleh orang berkuda tadi. Selama menuggu Abdul Wahid beberapa kali tertidur dan terjaga kerana keletihan dan kehausan.Dan ketika Abdul Wahid tersedar dari tidurnya dia mendapati makanan dan minuman telah terhidang disisinya dan budaknya juga berada disitu. budaknya mempersilahkan Abdul Wahid makan makanan yang telah terhidang itu.dan Tanpa bekata apa-apa lagi Abdul Wahid langsung memakannya dengan lahap akibat lapar dan dahaga yang sudah lama di rasakannya. budaknya berkata kepada Adul Wahid "janganlah tuan mengulangi lagi pebuatan ini dan tunggulah disini sehingga saya selesai solat". budak itu terus mengerjakan solat sehingga terbit fajar. Satelah selesai sembahyang budak itu berdoa seperti malam sebelumnya ,dan tiba-tiba jatuh sekeping dirham dari langit dan diberikan kepada Abdul Wahid dan dia mengambil lagi satu dirham dari sakunya seraya berkata "ini uang dirham untuk malam tadi".
Satelah selesai,budakn itu menuntun Abdul Wahid dan berjalan dengan cepatnya dan tidak sampai beberapa saat mereka telah tiba dihadapan rumah Abdul Wahid. budak itu  bertanya kepada Abdul Wahid "betulkah tuan akan memerdekakan saya kerana Allah Taala" Abdul Wahid menjawab"benar" Lalu budak itu menunjuk pada sebuah batu yang biasa di gunakan untuk mengganjal pintu rumahnya dan berkata bahwa batu itu adalah uang tebusannya. Abdul Wahid merasa heran bagaimnana batu yang telah lama berada disitu dijadikan uang tebusan. Lalu Abdul Wahid mengambil batu tersebut dan dengan serta merta batu itu berubah menjadi emas.lagi-lagi Abdul wahid keheranan atas keajaiban yang  dilihatnya.
Pada waktu siangnya Abdul Wahid pergi kerumah kawannya yang menuduh budaknya menggali kubur dan menceritakan kepadanya apa yang sebenarnya terjadi. Sementara dirumahnya terjadi kekecuhan dimana anak perumpuan Abdul Wahid memaki-maki budaknya kerana menyangka selama dua malam ayahnya di sekap dan menuduh budak itu telah membunuh ayahnya kerana mengintip perbuatan jahatnya menggali kuburan orang. Anak perempuan Abdul wahid dengan perasaan marah mengambil sebongkah batu dan melemparkan kearah budaktersebut dan mengenai matanya sehingga bola mata budak itu keluar dan dia jatuh pingsan.
Satelah Abdul Wahid kembali kerumahnya dia sangat marah mendengar apa yang telah terjadi. Dengan perasaan marah Abdul Wahid mengambil pedang lalu memotong tangan anaknya sehingga putus. Abdul Wahid merasa kesal atas tuduhan yang dibuat oleh anaknya sedangkan mereka tidak mengetahui keadaan sebenarnya.
Satelah budaknya sadar dari pingsan, budak itu bangkit kemudian mengambil bola mata yang terjatuh lalu dimasukkan kembali ketempat asalnya sambil berdoa kepada Allah supaya memulihkan kembali penglihatannya. Satelah berdoa, matanya kembali sembuh seperti sedia kala dan budak itu pergi mengambil tangan anak Abdul Wahid yang putus lalu menyambungnya seraya membaca sesuatu. Tidak lama kemudian tangan anak Abdul Wahid kembali pulih seperti sedia kala. budak itu kemudian meminta diri dan dan segera pergi. Orang yang menyaksikan  keheranan melihat keajaiban yang terjadi di hadapan mereka...



Bagikan :